sampaikan makna dengan sajak

Rabu, 18 Mei 2011

harapan semu

menabur benih
dalam ruang berisi
benih
benih mawar
semakin menjulang
petik
petik
petiklah kata ku

-( HA)-
Padang, 18 Mei 2011

Selasa, 22 Maret 2011

"drama lusuh aspirasi"

kami anakmu
duhai bapak
duhai ibuk

saat ini
kami berteriak
merintih
di atas pentas hak azazi

drama ini
takkan pernah usai
saat kami mengadu
engkau yang merengek

kami meminta
karna engkau tak memberi
kami merintih karna engkau
menahan tangis kami

drama lusuh ini
kami persembahkan untukmu
supaya engkau tahu
kami bukan lemah
tapi …karna kami tak berwenang
engkau yang berwenang
namun ciut dalam nyali

memang…..
engkau dengar aspirasi kami
karna enkau tak tuli
dan engkau menelangsa iba kami
dalam rengek-rengek basi

engkau yang di petik
mengapa kami yang di babat
engkau yang di semai
mengapa kami yang di onggok

mengenang aksi damai menuntut hak mahasiswa
padang, Maret 2011

Sabtu, 26 Februari 2011

aku rindumu

ibu....
kau kah yang bergantung di kelopak mata ku
membuat mataku perih
sedu sedan memekik
meliahat mu
terlunta-lunta di seret usia

aku rindumu
kau paruhku
di setiap lorong jalan ku
kau berucap pilu untukku

ibu...
aku darahmu
kau akarku
jangan kau bekal aku
dengan cemasmu
kebalkan aku dengan harap-harapmu

Selasa, 15 Februari 2011

aku membaca

aku membaca
angin yang berhembus
bumi menangis
tetes yang berduri
alam menggertak
dengan gunung bermuntah
dengan laut menghempas

28 Desember 2010

penghianat

kutuk sumpah antah berantah
tertuju orang-orang lakanat
berdalih penstaraan status


kalian sayat
...kalian tikam
hati kami
dengan pisau kelicikan

kalian kami dulang
menaiki singgasana

namun........
kami kalian himpit
kami kalian tendang
kami kkalian binasakan

hei...anjing-anjing
pelaksana nafsu syetan
jauhkah engakau dari yang kekal

hei...... tikus-tikus
perampas kebahagiaan
jauhkah engakau dari kenikmatan

06 Januari 2011

Minggu, 13 Februari 2011

" renta tak punya cinta "

raut-raut berkerut
pandang tak berujung
nadi mulai genting
jantung tak menanti darah
renta
terkopoh-kopoh menyusuri jalan
tubuh meronta kesakitan

kemana cintamu
kemana mereka

pintaku

aku hanya lah sebatang pohon layu
tak berpucuk

penyangga yang lapuk
di gerogoti rayap-rayap

hai air....
tak maukah
kau bersemayam dalam akarku lagi...?
hanya untuk mengibarkan kelopak ku

hei tanah....
mengapa kau menyentakku
tak bolehkah aku berpasak dalam tubuhmu....?

aku tahu
aku yang reot
aku yang lapuk
hanya mengharap

namun ....
sebelum aku roboh
aku pinta
jangan lupakan aku
ingatlah aku yang tumbuh kokoh dulu

Padang, januari 2011