sampaikan makna dengan sajak

Senin, 27 Desember 2010

rasa yang berbeda

apa aku salah
kalu aku jujur
tentang kemelut hati ini

rasamu, milikmu
rasaku, milikku
terangmu untukku

jujurku tuturkan
aku takut
berandai-andai
memilikimu

aku tak memaksa
walau garis
telah menepi
semoga
tak kandaskan imanku

07 Desember 2010

aku rindumu

ibu....
kau kah yang bergantung di kelopak mata ku
membuat mataku perih
sedu sedan memekik
meliahat mu
terlunta-lunta di seret usia

aku rindumu
kau paruhku
di setiap lorong jalan ku
kau berucap pilu untukku

ibu...
aku darahmu
kau akarku
jangan kau bekal aku
dengan cemasmu
kebalkan aku dengan harap-harapmu

22 Desember 2010

aku ingin

oleh Hafis Ambari pada 24 Desember 2010 jam 19:39


Aku bingung, mengapa aku tak seperti dia. Hanya angan2 meliputi keseharianku, aku sangat ingin menjalani apa yang ku angan-angankan. Aku tak sependapat pada orang-orang yang mengatakan “kalau ada kemauan pasti bisa”, namun aku tak menyalahkan, banyak juga sih orang-orang tersugesti dengan kata-kata itu menjadi sukses. Tapi mengapa aku tidak demikian, apakah kata-kata itu hanya untuk orang-orang yang mudah menangkapnya dan tidak untukku.

Duh, sungguh malang nasibku, mengapa mereka terus naik daun sedangkan aku terbatah-batah meniti sebuah impian.

Aku iri, melihat kesuksesan orang lain membuatku termotivasi, namun hanya sesaat. Saat aku ingin melakukannya ntah apa yang menyelinap masuk dalam alam bawah sadarku membuat aku lupa apa yang ingin ku lakukan. Aku muak, aku benci, mengapa harus aku! Aku ingin sukses ….tiada lagi kata selain itu.